Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Setyaki Gugur (5/Habis) - Kesedihan Sri Kresna

Ki Damar • Rabu, 24 Juli 2024 | 03:30 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Setyaki Gugur (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi lakon wayang Setyaki Gugur (AI GENERATED/CHAT GPT)

USAI meninggalkan Batara Wisnu, Setyaki menemukan Trirasa yang sudah terkapar menjadi mayat karena terpukul gada bangsanya sendiri.

"Maafkan aku istriku, aku tidak bisa melindungimu," kata Setyaki.

Mendengar ada seseorang yang masih hidup, Setyaki dikeroyok bangsanya dan tak berdaya.

Ia melarikan diri dengan tertatih-tatih mencari Sri Kresna.

Di sebuah hutan, akhirnya Setyaki menemukan Kresna yang juga sudah tak berdaya karena Hyang Wisnu yang oncat dalam dirinya.

Ia mengungkapkan kesedihannya bahwa banyak mayat bangsa Wresni dan Yadawa yang mati di mana-mana.

"Kesedihan dan kerusakan ini semua akan selalu berlanjut bila manusia tidak mendekatkan diri pada Tuhannya," tutur Setyaki.

"Ada kekuatan yang tidak bisa kita halangi bahkan kita ramalkan. Dan kekuatan itu adalah kekuatan yang Maha Kuasa," sambungnya.

"Adikku, kenapa kau hanya diam saja? Bangunlah, jangan kau mati dahulu. Kau selalu ada dalam semua kebutuhanku," ujar Sri Kresna.

"Engkau melayani diriku, kini aku sendirian di dunia yang penuh dengan tipu daya ini. Bangsaku hancur, dan kamu juga mati membela serta mencegah kerusakan," imbuhnya.

Baca Juga: TOKOH WAYANG | Prabu Arjunapati, Tak Pernah Geleng Kepala pada Titah Guru

Kresna tak henti meneteskan air mata.

Haru menyelimuti hatinya yang pilu.

"Meski semua itu di luar kendalimu, aku bangga padamu, Setyaki," kata Sri Kresna.

Kresna terus mengusap rambut sang adik. Ia tak berdaya. Tangisnya tak kunjung mereda. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #cerpen #Pandawa #Lakon #wayang #setyaki