SETYAKI lalu menjelaskan bahwa Samba dulu sempat membohongi Batara Narada tentang apa yang ada di perutnya.
Rupanya, Samba menipu Narada, dan Narada marah. "Kamu akan hamil sungguhan dan melahirkan sebuah senjata gada."
Setyajid yang mendengar cerita itu khawatir akan terjadi hal yang tidak baik bagi negaranya.
Lalu Setyajid menyarankan untuk membuang atau melarung gada itu ke laut.
Setyaki dan Samba pergi untuk membuat keadaan menjadi lebih baik dengan melarung gada itu.
Dalam perjalanan pada sore hari, Batara Kala datang untuk mencari mangsa.
Di negara Trajutrisna, Prabu Sawarka bertemu dengan Kresnayana.
Sawarka berpendapat bahwa yang keluar dari pamannya, Samba, adalah sesuatu yang sangat sakti karena lahir dari seorang laki-laki.
Sementara itu, di tepi laut, Samba sudah bersiap membuang gadanya.
Baca Juga: TOKOH WAYANG | Bambang Caranggana, Tangkap Batara Guru demi Pengakuan Arjuna
Namun sebelum dilarung, Prabu Setyajid berpesan untuk menggerinda gada itu sebagai syarat penghapusan dosa.
Setelah gada dilebur dan dibuang, leburannya terbawa ombak kembali ke tepi pantai.
"Wah, mau ada apa lagi ini, ngger," kata Setyaki pada Samba. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani