“BAGAIMANA bila pukulun batara Indra marah kakang? ’’tanya Kresna.
’’Siapa yang berani marah pada Semar, jangankan batara Indra, dewa para dewa batara Guru saja tidak akan berani melarangku,’’ jawab Semar.
Kresna baru ingat bahwa Semar adalah pangejawantah seorang dewa.
Semar adalah kakak kedua batara Guru. penguasa kahyangan.
Kakak pertama adalah kiai Togog atau Tejomantri.
Maka dari itu. Semar sangat berani melakukan hal itu.
Semar dengan duduk bersila dan memegang kuncungnya lalu mengucapkan sebuah mantram sakti.
Tak lama langit terlihat gelap semua raja yang datang melihat kejadian yang sungguh luar biasa.
Karena menyaksikan sebuah bangunan yang terbang dan jatuh di depan istana Amarta.
Bangunan itu sangat indah hingga membuat para raja kagum dan terpesona.
Dan batara Indra datang kepada pandawa.
Batara Indra menjelaskan dulu memang negara Amarta adalah bangunan yang dibangun oleh batara Indra.
Namun lupa tidak membuat pendapa.
Lalu Semar menggugat batara Indra.
Atas kelalaiannya, Semar ingin meminta pendapa Karang Kaendran menjadi pendapa para pandawa.
Dan batara Indra memberi nama lain Amarta yaitu negara Indraprasta yang artinya keindahan negara marta seperti seperdelapan kahyangan milik batara Indra. (*/den)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Deni Kurniawan