Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

TOKOH WAYANG | Kresna Dwipayana, Sang Penulis Kitab Legendaris

Ki Damar • Senin, 29 Juli 2024 | 02:15 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Kresna Dwipayana (RADAR MADIUN)
Ilustrasi tokoh wayang Kresna Dwipayana (RADAR MADIUN)

ABYASA atau Kresna Dwipayana adalah putra Resi Parasara dan Durgandini atau Rara Amis.

Suatu hari, Resi Parasara berdiri di tepi Sungai Yamuna, minta diseberangkan dengan perahu.

Durgandini menghampirinya lalu mengantarkannya ke seberang dengan perahu. Di tengah sungai, Resi Parasara terpikat oleh kecantikan Durgandini.

Durgandini kemudian banyak berbincang dengan Resi Parasara, sambil menceritakan bahwa ia terkena penyakit yang menyebabkan badannya berbau busuk.

Ayah Durgandini berpesan, siapa saja lelaki yang dapat menyembuhkan penyakitnya boleh dijadikan suami.

Mendengar hal itu, Resi Parasara berkata bahwa ia bersedia menyembuhkan penyakit Durgandini.

Karena kesaktiannya sebagai seorang resi, Parasara menyembuhkan Durgandini dalam sekejap.

Setelah lamaran disetujui oleh orang tua Durgandini, Parasara dan Durgandini melangsungkan pernikahan.

Kedua mempelai menikmati malam pertamanya di sebuah pulau di tengah sungai Yamuna, konon terletak di Uttar Pradesh, India.

Di sana, Resi Parasara menciptakan kabut gelap nan tebal agar pulau tersebut tidak dapat dilihat orang.

Dari hasil hubungannya, lahirlah seorang anak yang sangat luar biasa.

Ia diberi nama Kresna Dwipayana, karena kulitnya hitam (Kresna) dan lahir di tengah pulau (Dwipayana).

Anak tersebut tumbuh menjadi dewasa dengan cepat dan mengikuti jejak ayahnya sebagai seorang resi.

Kelak, Kresna Dwipayana atau Resi Abyasa inilah yang menulis kitab Mahabarata. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#resi #mahabarata #Kresna #Durgandini #Tokoh #wayang