SUGRIWA merasa rendah di hadapan bidadari secantik Dewi Tara.
"Anugerah ini terlalu besar bagiku. Menjadi raja dan mendapatkanmu, Dewi Tara, yang lebih indah dari dunia seisinya," ucap Sugriwa.
"Kau yang membuat mata terpaku pada senyum manismu. Aku yakin, bidadari di kahyangan tak seindah dirimu," lanjutnya, memuji wanita yang oleh dewa dianugerahkan sebagai istrinya.
Dewi Tara mulai terbawa oleh rayuan Sugriwa.
Pada akhirnya mereka menikah. Restu para penguasa kahyangan mengalir kepada Sugriwa dan Dewi Tara.
Sugriwa merasa seolah-olah dia adalah manusia seutuhnya, meski sebenarnya dia adalah kera.
Di sisi lain, Dewi Tara merasa puas dengan perlakuan Sugriwa.
Namun, tiba-tiba terdengar suara yang tak asing bagi Sugriwa. Dia tahu betul itu adalah suara saudara yang selalu setia bersamanya.
"Itu Subali!"
Sugriwa terkejut, mengira bahwa roh kakaknya bangkit.
Sugriwa keluar dan melihat bahwa kakaknya benar-benar masih hidup.
Dewi Tara dan Sugriwa terdiam, tak percaya dengan apa yang mereka lihat. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani