PRABU Angling Dharma adalah nama seorang tokoh legenda dalam tradisi Jawa.
Ia dianggap sebagai titisan Batara Wisnu.
Dalam legenda, Prabu Angling Dharma dilahirkan oleh Pramesti, putri Jayabaya.
Sementara Jayabaya merupakan putra Gendrayana, cucu Yudayana dan cicit Parikesit.
Sehingga, Abimanyu sebagai ayah Parikesit dan Arjuna yang merupakan kakek Parikesit, masih sedarah dengan Angling Dharma.
Angling Dharma bertakhta di Kerajaan Malawapati.
Kisah tentang Angling Dharma dapat ditemukan dalam bentuk relief di Candi Jago.
Selain itu, juga dalam Serat Angling Dharma.
Bagi sebagian orang, legenda ini bukanlah cerita biasa. Beberapa daerah, khususnya Jawa Tengah dan Jawa Timur, percaya bahwa Angling Dharma pernah hidup di masa lalu.
Diduga makam dan peninggalan Prabu Angling Dharma berada di Desa Baleadi, Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Letaknya di Desa Mlawat, Kecamatan Sukolilo.
Nama Mlawat mirip Malawapati, kerajaan Angling Dharma.
Berjarak dua kilometer dari lokasi tersebut, tepatnya di Desa Kedung Winong, Kecamatan Sukolilo, diyakini terdapat makam Patih Batik Madrim.
Tokoh tersebut juga ada dalam kisah Angling Dharma.
Salah satu keistimewaan Angling Dharma adalah kemampuannya untuk mengetahui bahasa segala jenis binatang. (*/naz)
*Penulis alummnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani