"HAMBA tahu, Pukulun. Lembu Andini adalah titihan Paduka Batara Guru. Apapun itu, hamba menyerahkan hidup hamba demi memenuhi keinginan istri hamba," jawab Pandu.
Narada memberikan saran kepada Batara Guru untuk mengabulkan permintaan Pandu.
Terlebih mengingat jasa besar yang pernah Pandu lakukan untuk para dewa.
"Baiklah, Pandu. Aku akan meminjamkan Lembu Andini kepadamu. Namun ingat, jagalah kehormatannya. Meskipun ia hanya seekor sapi, ia adalah kesayanganku," kata Batara Guru.
Pandu sangat senang mendengar hal itu dan segera membawa Lembu Andini kembali ke Astina.
Di sana, Dewi Madrim menyambutnya dengan gembira.
"Sinuwun, inikah Lembu Andini? Hem, kalau dilihat, ia tampak seperti sapi biasa," ujar Madrim.
Pandu menjelaskan bahwa meskipun Lembu Andini hanya seekor sapi, ia pernah menjadi sesembahan di barat Gunung Himalaya.
Itu sebelum akhirnya dia menjadi titihan Batara Guru.
Tak lama setelah itu, sambil menikmati pemandangan Astina dengan menaiki Lembu Andini, Pandu terpesona dengan kecantikan Dewi Madrim yang semakin bersinar selama kehamilannya.
Pandu pun menggoda istrinya, namun hal ini membuat Lembu Andini tersinggung.
"Mengapa kau menurunkanku, Lembu Andini? Tidakkah kau tahu aku baru saja menikmati kebersamaan dengan istriku?" tanya Pandu. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani