DENGAN tekad kuat, Bima akhirnya menceburkan diri ke dalam samudra.
Ombak menggulungnya hingga ia kehilangan tenaga.
Di dasar laut, seekor naga bernama Nabatnawa, yang sedang bertapa, terganggu oleh kehadiran Bima.
"Apa yang kau lakukan di sini, manusia? Aku adalah Naga Nabatnawa, penguasa laut ini. Siap-siaplah, aku akan membunuhmu!" kata Naga Nabatnawa dengan garang.
Namun, Bima tak tinggal diam.
Ia mengeluarkan kuku Pancanaka dan berhasil membunuh naga itu.
Tiba-tiba, terdengar suara dari angkasa.
"Bima, Naga Nabatnawa adalah lambang nafsu manusia. Ketika manusia berada di titik terendahnya, ia dihadapkan pada pilihan: pasrah atau berjuang," ujar suara misterius tersebut.
"Untuk mencapai kesempurnaan, manusia harus menaklukkan nafsu dalam dirinya."
Setelah mendengar itu, Bima memasuki kedalaman laut yang gelap.
Pada akhirnya, ia bertemu dengan jati dirinya, Sang Hyang Ruci. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani