Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Widura Gugur (1) - Anak Kebanggaan Ayahnya

Ki Damar • Sabtu, 14 September 2024 | 02:30 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Widura Gugur (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Widura Gugur (AI GENERATED/CHAT GPT)

BUNGA-BUNGA terhampar menutupi makam yang masih basah. Hari itu, Widura tengah mengunjungi makam putranya, Sanjaya.

Sanjaya adalah anak yang menjadi mata dan telinga uwaknya, Drestarata, ayah dari para Kurawa.

Namun, saat perang Baratayudha, Sanjaya tidak bisa mengingkari hatinya yang selalu berpihak pada kakak-kakaknya, yakni Pandawa.

Ia tewas di tangan Prabu Basukarna, raja Awangga.

Kehilangan ini sangat menyakitkan bagi Widura, karena anak kesayangannya gugur terlebih dahulu sebelum dirinya.

"Anakku Sanjaya, Ayah bangga padamu. Meski dulu di Astina, kau tetap memilih jalan yang benar dengan berpihak pada kebenaran," kata Widura sambil berdiri di depan makam Sanjaya.

Setelah mengucapkan doa, Widura merasa hatinya tergerak.

"Anakku yang masih muda sudah bisa menentukan hatinya, sedangkan aku, ayahnya, hanya menunggu sesuatu yang belum pasti," gumamnya.

Widura segera bangkit, menyeka nisan anaknya, dan bergegas pergi.

Ia menunggang kuda menuju Pesanggrahan Gupalaya untuk menemui keponakannya, Pandawa.

Malam itu, Kresna dan Puntadewa tengah memikirkan strategi karena perang Baratayudha hampir berakhir.

Saat itu adalah hari ke-18, dan hanya tersisa Duryudana serta Sengkuni di pihak Kurawa. (*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#kurawa #Pandawa #Baratayudha #Widura #Lakon #wayang