BATARA Sri ikut buka suara. Ia mengemukakan alasannya meninggalkan Amarta bersama Sadana.
"Selain itu, rakyat tidak lagi menghargai alam. Mereka merusak alam, menebang pohon, dan menggali gunung. Alam itu penting, Praba Kusuma," jelasnya.
Batara Sri mengingatkan betapa bahayanya acuh terhadap alam.
"Jika rusak, maka bencana akan datang seperti gunung meletus, banjir, dan gempa," imbuhnya.
Mendengar ini, Praba Kusuma merasa tersentuh.
Ia bahkan berjanji akan menyampaikan pesan itu kepada Pandawa.
"Kami akan kembali ke Amarta, tetapi dengan syarat," sebut Batara Sri.
"Jika siang hari nanti turun hujan namun udara tetap hangat dan wangi, itu tanda kami telah kembali," lanjutnya.
Praba Kusuma kembali ke Amarta dan melaporkan pesan Batari Sri dan Batara Sadana kepada Pandawa. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani