DI tengah medan perang, akhirnya Drupada dan Durna saling berhadapan.
"Apakah kau benar-benar ingin melawanku, Drupada?" tanya Durna dengan sinis.
Drupada menjawab dengan tenang.
"Aku hanya ingin menuntaskan hutang lama. Apakah kau masih dendam padaku?"
Durna, dengan kemarahan yang terpendam, mengeluarkan pusaka panah Elarmanyura.
Dengan satu tembakan, ia bisa melepaskan ribuan anak panah seperti hujan.
Drupada kewalahan menahan serangan bertubi-tubi itu.
Alhasil, salah satu anak panah menembus lehernya.
Prabu Drupada gugur di tangan Durna, dan Durna bersorak senang atas kemenangannya. Sementara itu, Pandawa merasakan kehilangan besar. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani