Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Bambang Ekalaya (1) - Dua Anak Panah

Ki Damar • Rabu, 9 Oktober 2024 | 02:00 WIB

 

Ilustrasi cerpen lakon wayang Bambang Ekalaya (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Bambang Ekalaya (AI GENERATED/CHAT GPT)

“BENARKAH kau akan meninggalkanku dan lebih memilih pergi untuk berlatih memanah dengan Resi Durna di Astina, Kakanda?” tanya Anggraini, istri Bambang Ekalaya.

“Benar, istriku. Tapi jangan kau kira aku tega meninggalkanmu. Aku melakukan ini demi kebaikan negeri Nisadha,” jawab Ekalaya dengan tegas.

Ekalaya, seorang satria dari Nisadha, sangat mengagumi keahlian Resi Durna dalam ilmu kanuragan, terutama dalam memanah.

Tekadnya untuk menjadi murid Resi Durna sangat kuat.

Perjalanan dari Nisadha ke Astina sangatlah jauh.

Namun, keinginannya untuk belajar tidak goyah.

Di tengah perjalanan, di sebuah tanah lapang di hutan, ia melihat seseorang sedang berlatih memanah.

Ternyata, itu adalah Raden Permadi (Arjuna) yang tengah berlatih memanah burung.

Namun, ketika burung itu jatuh, ia terkejut karena terdapat dua anak panah menancap di burung itu.

“Siapa yang memanah burung ini? Aku hanya menembakkan satu anak panah,” kata Arjuna kebingungan.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#memanah #resi #Durna #arjuna #Lakon #wayang