KETIKA Dewi Anjani bermain dengan Cupu Manik Astagina, adik-adiknya, yaitu Guwarsa dan Guwarsi, merasa penasaran dan meminta benda tersebut.
Namun, Anjani menolak memberikan.
Penolakan itu memicu keributan di antara kakak beradik tersebut.
Resi Gotama, ayah mereka, mengetahui bahwa Cupu Manik Astagina itu berasal dari Batara Surya.
Ia tanpa basa-basi langsung membuang pusaka tersebut.
Cupu itu lantas jatuh ke Telaga Sumala, telaga yang dikenal sebagai lambang dosa dan kesalahan.
Ketiga saudara itu, bersama Jembawan, kemudian terjun ke dalam telaga.
Saat muncul kembali, Guwarsa dan Guwarsi berubah menjadi kera.
Sementara Dewi Anjani, yang hanya mencuci wajahnya di telaga, hanya wajahnya yang berubah menjadi kera.
Tubuhnya tetap seperti manusia.
Meski begitu, wajah kera tersebut tidak mengurangi kecantikan Anjani sebagai seorang perempuan muda.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani