Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Sang Kertiwindu (3) - Merenungkan Perkataan Eyang

Ki Damar • Jumat, 11 Oktober 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Sang Kertiwindu (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Sang Kertiwindu (AI GENERATED/CHAT GPT)

PANCAKUSUMA meskipun tahu Kertiwindu ingin mengadu domba, mulai merasakan kebenaran dalam beberapa argumennya.

Ia pun bertanya lebih lanjut.

"Lalu, apa alasan Parikesit menjadi raja di Yuwastina, Eyang?"

"Pertama, Parikesit adalah anak Dewi Utari, cucu Prabu Matsapati dari Wirata. Matsapati berperan besar mendukung Pandawa dalam perang Baratayudha," tutur Kertiwindu.

"Jadi, mungkin ada hutang budi yang membuat mereka memprioritaskan Parikesit," sambungnya.

Pancakusuma merasa penjelasan itu masuk akal meminta Eyangnya melanjutkan.

"Kedua, Parikesit adalah anak Arjuna. Arjuna berperan besar dalam kemenangan Pandawa, terutama dengan membunuh Karna dan Raja Banakeling," ujar Kertiwindu.

"Werkudara (Bima) sebenarnya lebih berjasa, tapi Bima selalu mendoktrin anak cucunya untuk tidak serakah akan kekuasaan. Itu sebabnya cucu Bima hanya menjadi panglima," imbuhnya.

Pancakusuma mulai terbakar emosi, merasakan kekeliruan dalam pengangkatan Parikesit.

Sambil meneguk minumannya, ia merenungkan kata-kata Eyangnya.

"Kamu bisa menerima menjadi raja kecil di Pancala, tapi apakah kamu tidak kasihan pada rakyat Yuwastina?" desak Kertiwindu dengan senyum licik.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #Pandawa #arjuna #Lakon #wayang