“HAL pertama yang harus Paduka lakukan adalah menyingkirkan saudara-saudara Pandawa,” ujar Brahmana Sabda kepada Prabu Duryudana.
“Bagaimanapun juga, mereka adalah penghalang bagi Kurawa dalam menjalankan kebijakan apapun di Astina. Mereka memang telah memiliki negara sendiri, tetapi kenyataannya masih mengganggu ketenangan Astina.”
Brahmana Sabda adalah seorang pandita yang datang ke Astina untuk melamar Dewi Dursilawati, adik bungsu dari Kurupati.
Dewi Dursilawati adalah satu-satunya saudara perempuan Kurupati yang belum menikah.
Menanggapi niat baik Brahmana Sabda, Prabu Duryudana menjawab dengan diplomatis.
“Aku sangat menghargai perhatianmu terhadap keluargaku. Namun, aku ingin adikku menikah dengan seseorang yang mampu membantu Kurawa.”
Brahmana Sabda pun bertanya, “Apa yang harus hamba lakukan, Paduka?”
“Aku menginginkan kematian Pandawa dan Ibunda Kunti Talibarata. Selama mereka masih hidup, aku tidak akan merasa tentram,” jawab Prabu Duryudana dengan tegas.
Brahmana Sabda pun menyetujui dan segera meninggalkan Astina, menuju Amarta untuk menjalankan rencana gelapnya.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani