SETELAH memberikan ajian tersebut, Sabda Jati meminta Sadewa mengikutinya.
Di Astina, Prabu Duryudana menerima kedatangan Brahmana Sabda.
“Apa yang harus aku lakukan, Sinuwun?” tanya Brahmana Sabda.
Kurupati memerintahkan untuk membakar Pandawa dan Dewi Kunti yang ada dalam kantong Karumba.
Sengkuni memerintahkan para Kurawa untuk menyiapkan kayu bakar dan minyak tanah di alun-alun.
“Bakar mereka semua!” perintah Sengkuni.
Api mulai berkobar besar, membuat suasana alun-alun Astina menjadi terang.
Dari kejauhan, Sabda Jati berhenti. “Raden, meski hari masih sore, mengapa di Astina terlihat begitu terang?” tanyanya.
“Panembahan, itu adalah kobaran api!” jawab Sadewa, dengan gelisah.
Sabda Jati menyuruh Sadewa menggunakan Aji Kidang Minglar.
“Ketika ada benda yang masuk ke dalam api, bersiaplah!” perintah Sabda Jati.
Dengan cepat, Sadewa berlari menuju alun-alun Astina.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani