DENGAN Werkudara dan Arjuna terlempar, kerajaan diambil alih oleh Prabu Darmasarana.
Ia pun memasuki kedaton putri tempat Dewi Drupadi tinggal.
"Duh Sang Dewi, aku adalah Prabu Darmasarana. Sungguh, aku mencintaimu. Dan aku tahu bahwa kau sudah bersuami, tapi cintaku begitu besar padamu," kata Darmasarana.
"Duh, Sang Prabu, bagaimana mungkin aku bisa menerima cintamu? Aku sangat mencintai suamiku, Prabu Puntadewa. Bagaimanapun, aku akan selalu bersamanya," jawab Drupadi.
Darmasarana tetap berusaha merayu sang pemilik hati Puntadewa. Ia berjanji akan memberikan kebahagiaan.
Namun, Drupadi menolak.
Menurutnya, kebahagiaan bukan diukur dari apa yang diberikan, melainkan bagaimana seseorang mensyukuri apa yang ada.
Merasa gagal, Darmasarana mengancam akan menghancurkan Pandawa dan membunuh Puntadewa jika Drupadi tidak menerimanya.
Namun Drupadi lebih memilih bunuh diri daripada harus menurutinya.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani