Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

LAKON WAYANG | Arjuna Lahir (2) - Raja Milik Seluruh Rakyatnya

Ki Damar • Sabtu, 2 November 2024 | 02:30 WIB
Ilustrasi kelahiran Abimanyu, sang putra Arjuna (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi kelahiran Abimanyu, sang putra Arjuna (AI GENERATED/CHAT GPT)

“JANGAN, anakku. Kau dan Kakakmu Puntadewa saja berada di samping Ibu sudah membuat Ibu tenang. Ayahmu pasti tengah menyelesaikan suatu urusan penting,” kata Kunti.

Bima mendengus.

“Tapi bukankah Ayah penguasa Astina? Kenapa tidak menyuruh yang lain saja?” protesnya.

Dewi Kunti tersenyum dan mengusap kepala Bima.

“Seorang raja itu, Nak, bukan hanya milik keluarganya. Dia milik seluruh rakyatnya. Kehadirannya sangat berarti bagi semua orang,” jelas sang ibu.

“Suatu hari nanti, kau akan memahami apa itu makna seorang pemimpin.”

Tak lama kemudian, Tumenggung Andakawana datang menghadap Dewi Kunti dan memberi kabar.

Ia mengatakan bahwa Prabu Pandu sedang pergi ke Mandura karena Dewi Badrahini, istri Prabu Basudewa, akan segera melahirkan.

“Bagaimana bisa Bapa Pandu pergi ke Mandura sementara Ibu juga hendak melahirkan?” gerutu Bima.

“Sabarlah, Bima. Ayahmu adalah orang yang tidak tega menolak permintaan, apalagi dari Kakak Iparnya. Tentunya Prabu Basudewa punya maksud tertentu,” kata Kunti, menenangkan putranya.

Namun, tak lama setelah itu, ia menjerit kesakitan.

Rupanya air ketubannya telah pecah.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #kunti #arjuna #Lakon #wayang #Pandu