Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

LAKON WAYANG | Arjuna Lahir (5/Habis) - Tangan Mungil yang Menggapai Pipi

Ki Damar • Sabtu, 2 November 2024 | 04:00 WIB
Ilustrasi kelahiran Abimanyu, sang putra Arjuna (AI GENERATED/CHAT GPT)
Ilustrasi kelahiran Abimanyu, sang putra Arjuna (AI GENERATED/CHAT GPT)

“WAHAI, Anakku. Betapa tampannya kau. Mengapa kau menangis terus-menerus?” kata Pandu, dengan lembut.

Bima menjelaskan bahwa sepanjang perjalanan dari Astina, adiknya tidur pulas, namun sesampainya di Mandura, dia mulai menangis tanpa henti.

“Baiklah, aku memang harus memberi nama agar dia berhenti menangis. Aku akan memberimu nama ‘Arjuna’,” kata Pandu dengan bangga.

Setelah Pandu memberi nama pada bayinya, Dewi Badrahini juga mengalami kontraksi dan segera melahirkan.

Para pelayan istana Mandura sigap mempersiapkan kelahiran ini.

Ternyata, anak Prabu Basudewa adalah seorang bayi perempuan.

“Wah, anakku lahir. Seorang gadis yang sangat cantik. Kelak, kau pasti akan menjadi rebutan para ksatria,” kata Basudewa sambil tertawa. Mendengar itu, tangisan Arjuna justru semakin keras.

“Adikku Pandu, mengapa Arjuna menangis begini? Coba, izinkan aku memangkunya,” pinta Basudewa.

Pandu pun menyerahkan Arjuna kepada Basudewa.

Bersamaan dengan itu, Basudewa memberikan nama Dewi Subadra kepada putrinya.

Anehnya, bayi Subadra mengulurkan tangan kecilnya dan menyentuh pipi Arjuna saat Basudewa memangku keduanya.

Basudewa lantas tertawa.

“Haha, lihatlah, Pandu! Mereka sungguh serasi. Suatu hari nanti, anakmu Arjuna akan menikahi anakku, Subadra,” ujar Basudewa.

Seketika, Arjuna terdiam dan berhenti menangis, seolah menerima perjodohan itu dengan bahagia.

Maka sejak saat itu, Prabu Basudewa telah menjodohkan mereka bahkan sebelum mereka besar.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#basudewa #astina #arjuna #Lakon #wayang #Pandu