TOKOH wayang bernama Drestaketi termasuk dalam seratus Kurawa.
Hubungannya sangat dekat dengan Durmuka.
Keduanya tidak bersedia terlibat langsung dalam perang Baratayudha melawan keluarga Pandawa.
Selama perang Baratayudha, mereka menjalani hidup di gubuk, melewatkan hari-hari mereka seperti biasa.
Ketika Baratayudha usai, dan Pandawa mengumumkan agar seluruh Kurawa yang tersisa menyerahkan diri, Durmuka dan Drestaketi secara sukarela menyerahkan diri.
Keduanya mendatangi istana Hastinapura yang dikuasai Pandawa.
Hidup beberapa hari sebagai tawanan di istana Hastinapura, Pandawa memberi kesempatan kepada Durmuka dan Destaketi untuk hidup normal kembali.
Hidup selayaknya rakyat biasa hingga ajal menjemput.
Mereka juga meninggal dan dimakamkan tanpa ada keistimewaan apapun.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani