BYASA, yang dalam wayang versi Jogja dikenal sebagai Resi Abiyasa, adalah sosok penting dalam agama Hindu.
Ia juga dikenal dengan gelar Weda Wyasa, yang berarti "Pembagi Weda", karena ialah yang membagi Weda menjadi empat bagian (Caturweda).
Wyasa juga dikenal sebagai pencatat epos terbesar dalam sejarah, yaitu Mahabharata.
Dalam tradisi Hindu, Weda Wyasa dianggap sebagai salah satu tokoh yang mengkodifikasikan ajaran Weda.
Tokoh wayang satu ini dibantu oleh empat muridnya: Pulaha, Jaimini, Samantu, dan Wesampayana.
Byasa juga merupakan tokoh penting dalam cerita Mahabharata, yang di dalamnya menceritakan riwayat hidupnya sendiri.
Ibu Byasa, Satyawati, menikah dengan Raja Santanu dari Hastinapura.
Dari pernikahan ini, lahirlah Citranggada dan Wicitrawirya.
Citranggada gugur dalam pertempuran, sementara Wicitrawirya wafat karena sakit.
Karena kedua pangeran tersebut tidak memiliki keturunan, Satyawati meminta Byasa untuk melakukan upacara suci.
Tujuannya supaya dapat memperoleh keturunan melalui kedua janda Wicitrawirya, yaitu Ambika dan Ambalika.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani