DURMAGATI adalah salah satu putra Prabu Dretarastra dari Kerajaan Astina, yang lahir dari permaisuri Dewi Gendari.
Tokoh ini dalam cerita wayang versi Jogja termasuk dalam kelompok seratus putra Kurawa.
Durmagati memiliki suara kecil dan nyaring, serta kadang-kadang ditampilkan dengan suara yang tidak jelas.
Keistimewaan Durmagati terletak pada kekebalan tubuhnya, yang tidak dapat tertembus senjata tajam.
Hal ini disebabkan oleh rebusan lenga tala yang paling banyak diterimanya.
Durmagati sering digambarkan berpasangan dengan saudara kembarnya, Durmagempa.
Ia digambarkan dengan wajah langak, mata plelengan, hidung wungkal gerang, dan mulut gusen dengan kumis dan jambang lebat.
Dalam perang Baratayuda, Durmagati menemui ajalnya saat mempertahankan kedudukannya di Astina.
Keinginan untuk mempertahankan kemewahan hidup yang telah dinikmatinya selama ini mendorongnya untuk bertahan, meskipun itu bukanlah haknya.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani