DEWI Madrim, putri Prabu Mandrapati dari Mandaraka, menikah dengan Prabu Pandu dari Astina.
Dia menjadi permaisuri kedua setelah Dewi Kunti.
Ia memiliki dua putra kembar, Nakula dan Sadewa.
Dalam cerita wayang versi Jogja, Madrim dikenal karena wataknya yang penuh belas kasih dan sabar.
Yang membedakan dengan wayang versi Solo, Dewi Madrim diceritakan sebagai adik Prabu Salya.
Akhir riwayat Dewi Madrim diceritakan, ia terjun ke dalam Pancaka alias api pembakaran jenazah.
Maksudnya, dia ingin ikut bela pati atas kematian suaminya, sang Prabu Pandu.
Adapun Kedua putra kembarnya, yaitu Nakula dan Sadewa yang masih bayi kemudian diasuh oleh Dewi Kunti Talibrata.
Keduanya kelak menjadi tokoh berpengaruh.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani