PUTRA Resi Drona dari padepokan Sukalima dan Dewi Krepi ini bernama Aswatama.
Menurut versi Jogja, ia dikenal memiliki rambut dan telapak kaki mirip kuda.
Sebab, ibunya beralih wujud saat mengandung.
Ia ikut terjun dalam perang Baratayudha.
Namun, keikutsertaan itu tak berlangsung lama.
Ia langsung mundur dari medan perang setelah kematian ayahnya.
Ia kemudian masuk secara diam-diam ke Hastinapura.
Rupanya, Aswatama punya rencana buruknya sendiri.
Di sana, ia melakukan pembalasan yang menentukan. Kisahnya berakhir dengan kematiannya yang tragis di tangan Bima.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani