Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Tirta Perwita Sari Bagian 3, Menanti Kehadiran Bima

Ki Damar • Rabu, 20 November 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Tirta Perwita Sari (AI GENERATED/RADAR MADIUN)
Ilustrasi cerpen lakon wayang Tirta Perwita Sari (AI GENERATED/RADAR MADIUN)

SELAMA pertarungan, Anoman dan yang lainnya terlena sehingga ada yang membawa Sang Resi Gupala pergi.

“Hanya dengan satu genggaman, kau akan kuhancurkan. Namun, banyak orang menyembahmu, sungguh kau membelokkan manusia. Dasar pandita gila hormat!” kata Prabu Kala Teja Lelana.

Mengetahui hal ini, Gatutkaca, Antareja, dan Antasena mencoba menghentikan Raja dari Negara Ujung Laut itu.

Namun mereka semua terpental entah ke mana.

Melihat kejadian itu, Anoman terbang mencari bantuan ke Kahyangan Arga Maruta.

Di sana, Bima Suksama sedang menerima ilmu dari Sang Batara Bayu.

“Aduh, adikku, segeralah turun. Ilmu yang kau miliki sudah cukup banyak. Apakah kau tidak ingin menyelamatkan negaramu?” tanya Anoman.

“Lihatlah, Badan Wadakmu diambil oleh Raja Ujung Laut bernama Kala Teja Lelana,” sambungnya.

Sang Guru, Batara Guru, menyarankan Bima untuk turun dan bersatu dengan Badan Wadaknya.

Bima Suksma langsung turun dan mencari badannya, yang rupanya dibawa ke Astina.

Di istana, Duryudana sangat marah karena patung itu menyerupai Bima.

“Aku tidak akan lupa, ini adalah Bima. Berubah seperti apapun, aku tahu kamu adalah Bima. Wahai Teja Lelana, bakar patung Bima ini!”

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#bima #Antasena #resi #Lakon #wayang #batara