RADEN Gunawan Wibisana, yang juga dikenal dengan nama Harya Balik dalam versi Jogja, adalah putra bungsu Resi Wisrawa dan Dewi Sukesi dari kerajaan Alengka.
Wibisana dikenal berbeda dengan kakak-kakaknya—ia memiliki sifat yang luhur dan selalu membela keadilan dan kebenaran, sebuah kontras yang tajam dengan Rahwana, kakaknya yang terkenal angkara murka.
Mengingat tindakan Rahwana yang bertindak sewenang-wenang dan keinginannya yang obsesif untuk mengawini Dewi Sinta—istri dari Sri Rama dan wanita yang tidak memiliki perasaan cinta terhadap Rahwana—Wibisana memutuskan untuk meninggalkan Alengka.
Dia tidak hanya meninggalkan kakaknya karena alasan moral dan keadilan tetapi juga karena ia melihat penderitaan yang dialami rakyat Alengka akibat ambisi Rahwana yang membawa kerusakan dan perang.
Sri Rama, mengetahui kebaikan dan keadilan hati Wibisana, menerima dia dengan hangat dan mengangkatnya sebagai adiknya, memberinya nama baru, Harya Balik.
Setelah kekalahan Rahwana, Wibisana diangkat menjadi raja Alengka.
Dia menggantikan Rahwana dan mengubah nama kerajaan menjadi Singgelapura, sebuah tanda perubahan dan pembaharuan di bawah pemerintahannya yang adil dan bijaksana.
Wibisana, yang mengetahui kelemahan Alengka, berperan kunci dalam kemenangan Sri Rama—sebuah kemenangan yang mungkin tidak akan terjadi tanpa bantuan dan pengetahuan mendalam Wibisana tentang Alengka.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani