BATARA Kala, atau yang dikenal juga sebagai Bathara Kala, merupakan putra keenam dari Sang Hyang Manikmaya dan Dewi Uma.
Uniknya, ia adalah satu-satunya di antara saudara-saudaranya yang memiliki wujud raksasa.
Keunikan itu berasal dari kesalahan Sang Hyang Manikmaya yang membuatnya terjatuh ke dalam samudra. Ia kemudian menjelma menjadi bayi raksasa.
Batara Kala tinggal di Kahyangan Selamangumpeng, sebuah tempat yang dihuni oleh berbagai makhluk siluman.
Ia menikahi Dewi Pramuni, ratu dari kahyangan Setra Gandamayit, dan dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai lima orang anak.
Antara lain Batara Siwahjaya, Dewi Kalayuwati, Batara Kalayuwana, Batara Kalagotama, dan Batara Kartinea.
Sejak masa kecilnya, Batara Kala dikenal memiliki kekuatan luar biasa.
Ia pernah mengamuk di Suralaya, yang membuatnya hanya bisa ditaklukkan oleh Sang Hyang Manikmaya menggunakan Aji Kemayan.
Sebagai hukuman atas kelakuannya, Sang Hyang Manikmaya memotong kedua taringnya.
Taring kanannya berubah menjadi Keris Kalanadah, sementara yang kiri menjadi Keris Kaladite.
Di antara para dewa, hanya Sang Hyang Wisnu yang memiliki kekuatan untuk mengalahkan Bathara Kala.
Meski terkenal karena kekuatannya, Batara Kala tidak dikenal sebagai karakter yang cerdas.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani