DALAM cerita wayang versi Jogja, Batara Penyarikan dikenal sebagai dewa dengan kemampuan unik yang membedakannya dari para dewa lain.
Saudara kandungnya, Batara Darma, mungkin lebih dikenal sebagai dewa keadilan.
Namun Batara Penyarikan memiliki keahlian tersendiri yang sangat vital di kahyangan, yaitu kemampuan menulis yang luar biasa.
Keahlian Batara Penyarikan tidak hanya terbatas pada tulisan tangan yang indah, tapi juga kecepatan menulisnya yang memukau serta daya ingatan yang tajam.
Tokoh wayang ini mampu mengingat segala yang pernah ia dengar dan lihat dengan sangat detil.
Kemampuan ini menjadikannya sosok yang pandai menyimpan rahasia, suatu trait yang sangat dihargai di kalangan dewa.
Batara Guru, melihat kemampuan unik ini, menunjuk Batara Penyarikan sebagai juru tulis kadewatan.
Tugasnya tidak ringan.
Ia bertanggung jawab untuk mencatat dan mendokumentasikan hasil persidangan para dewa serta keputusan penting yang dibuat.
Peranan Batara Penyarikan menjadi sangat krusial menjelang perang besar Bharatayudha di tegal Kurusetra, yang mempertemukan keluarga Pandawa dan Kurawa.
Baca Juga: Tokoh Wayang Batara Brahma Versi Jogja, Api Kahyangan di Tangannya
Bersama Batara Kuwera, Batara Penyarikan mencatat hasil sidang para dewa yang menentukan nasib para pejuang di medan perang.
Mereka juga bertugas menuliskan rahasia kematian setiap senapati perang, informasi yang sangat rahasia dan sensitif.
Batara Penyarikan, seperti para dewa lainnya yang berwujud akyan atau badan halus, memiliki sifat keabadian.
Keberadaannya di kahyangan terus membantu para dewa dalam menjaga tatanan dan memastikan keadilan melalui catatan-catatan yang akurat dan terpercaya.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani