Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Petruk Kembar Bagian 3, Arjuna Tak Tinggal Diam

Ki Damar • Jumat, 29 November 2024 | 03:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Petruk Kembar AI
Ilustrasi lakon wayang Petruk Kembar AI

“SERET dia ke alun-alun lalu gantung dia! Biar tahu rasa mereka, Pandawa, karena membiarkan Petruk masuk ke Astina,” perintah Duryudana dengan tegas.

Sengkuni dan Dursasana menyeret Petruk menuju alun-alun untuk dihukum.

Namun, dengan ketenangan yang mencengangkan, Petruk menunjukkan kekuatannya dengan tenggelam ke dalam tanah, membuat para Kurawa terkejut.

Muncul tiba-tiba di belakang Duryudana dengan golok di tangan, Petruk berseru.

“Jika kalian tidak menurunkan senjata, maka raja Astina akan mati di tangan saya.” Sengkuni buru-buru memerintahkan, “Kami akan menuruti, Petruk. Jauhkan senjatamu itu.”

“Bagaimana mungkin kamu memiliki kekuatan sebesar ini? Cengkraman tanganmu sangat kuat!” kata Duryudana, terkejut dan penasaran.

Dengan situasi mendadak itu, Petruk meminta untuk duduk di istana Astina, yang dengan terpaksa diizinkan Duryudana demi keselamatan dirinya sendiri.

Sementara itu, Durna dengan cepat menuliskan sesuatu dan memberikannya kepada Dursasana untuk meminta bantuan dari para Pandawa.

Dursasana berhasil kabur tanpa diketahui oleh Petruk dan menuju Amarta.

Di sana, Puntadewa sedang berduka karena Sri Kresna sakit.

Dursasana tiba dengan nafas terengah-engah dan menceritakan semua yang terjadi.

Murka, Arjuna ingin segera pergi ke Astina.

Kresna yang terbaring sakit sekuat tenaga menahan tangan Arjuna.

“Tunggu, adikku.” Arjuna bingung dengan maksud Kresna, sementara situasi di Astina semakin menegang.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#arjuna #Lakon #wayang #petruk #Duryudana