Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Petruk Kembar Bagian 5 Habis, Sekadar Pengingat kepada Raja

Ki Damar • Jumat, 29 November 2024 | 04:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Petruk Kembar AI
Ilustrasi lakon wayang Petruk Kembar AI

DI keramaian, Kresna menghentikan kegembiraan Petruk yang berlebihan.

"Cukup, Petruk. Hentikan kegembiraanmu dan bawa ayam ini kepadaku," perintah Kresna.

Dengan muka cemberut, Petruk membawa ayam cemani kepada Sri Kresna. Sesampainya di hadapan Kresna, ayam tersebut langsung bersatu dengan dirinya.

"Terima kasih, Petruk. Ayam itu adalah pangejawantahan dari Hyang Wisnu. Ia telah kembali ke dalam badanku dan membuatku sehat lagi," ujar Kresna dengan lega.

"Wah, saya menjadi senang, Sinuwun. Tapi, kenapa tadi saya dihajar? Saya tidak melakukan kesalahan apa pun," ujar Petruk dengan rasa penasaran.

Kresna tertawa lantang.

"Ha ha, Arjuna dan Bima, jangan ulangi lagi perbuatan tadi. Petruk, aku sangat bersyukur," ujarnya.

"Tanpa bantuanmu, mungkin aku bisa mati. Karena kegembiraanku ini, suatu hari nanti aku akan menikahkanmu dengan anak perempuanku, Dewi Purontawati," sambung Kresna.

Petruk, merasa sangat senang, memeluk Kresna. Namun, kebingungan muncul di antara para Pandawa.

"Tapi, kenapa bisa ada dua Petruk? Siapa sebenarnya Petruk yang ada di Astina itu?" tanya Dursasana dengan heran.

Kresna meminta Bima mendekat dan berbisik, "Petruk di Astina itu sebenarnya adalah Antasena."

Werkudara, yang mendengar hal tersebut, langsung berangkat dengan cepat ke Astina.

"Aku yang akan menghajar anak konyol itu," ucapnya penuh semangat.

Hanya dengan beberapa langkah, Bima sudah tiba di Astina dan langsung menghajar sosok yang menyamar sebagai Petruk.

"Jika kau tidak kembali ke wujud aslimu, kau akan mencemarkan nama Pandawa," ujar Bima dengan tegas.

Petruk yang ternyata adalah Antasena, berubah kembali ke wujud aslinya dan meminta maaf.

"Aku melakukan ini untuk mengingatkan Raja Astina agar selalu menghargai rakyat kecil," jelasnya.

Dengan semuanya terselesaikan, Bima dan Antasena kembali ke Amarta, membawa pesan penting tentang pentingnya menghormati setiap individu, tidak peduli statusnya.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#astina #Kresna #arjuna #Lakon #wayang #petruk