SUGRIWA, sebagai wanara dan pemimpin kerajaan Gowa Kiskenda, memiliki sejarah penuh transformasi dan pertarungan.
Setelah berhasil mengalahkan musuh-musuh besar seperti Prabu Maesasura dan Jatasura dengan bantuan Resi Subali, Sugriwa mendapatkan hak memperistri Dewi Tara.
Itu memperkuat kedudukannya sebagai raja.
Namun, kedamaian itu terganggu ketika Resi Subali, yang terpengaruh hasutan dari Prabu Dasamuka, merebut kembali Dewi Tara serta kerajaan.
Dalam periode kritis ini, Sugriwa hidup dalam bentuk kijang, menjalani pertapaan Ngidang di hutan Sunyapringga sebagai usaha spiritual untuk kembali ke wujud manusianya.
Namun, nasib Sugriwa berubah ketika ia bertemu dengan Ramawijaya.
Dengan bantuan Ramawijaya yang berhasil membunuh Resi Subali menggunakan panah Gowawijaya, Sugriwa tidak hanya mendapatkan kembali Dewi Tara dan kerajaannya.
Ia juga mengembalikan bentuk aslinya sebagai wanara.
Sebagai tanda terima kasih dan mempererat aliansi, Sugriwa mengerahkan prajurit keranya untuk mendukung Ramawijaya dalam misi penyelamatan Dewi Sinta.
Peran Sugriwa dalam perang besar ini menggambarkan kedalaman karakter dan kesetiaan yang mendalam terhadap kewajiban dan teman.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani