DIKENAL juga dengan nama Werkudara, Bima merupakan sosok yang menonjol dalam kisah wayang, termasuk versi Jogja.
Sebagai putra kedua dari Pandu Dewanata dan Dewi Kunti, Bima memiliki tanda-tanda kekuatan fisik yang luar biasa sejak lahir.
Karakteristik fisiknya yang besar dan kekar, serta kuku pancanaka yang tajam dan kuat, menjadikannya sosok yang menakutkan di medan perang dan sangat dikenal sebagai pejuang yang tidak terkalahkan.
Gada Rujakpala, senjata sakti yang dimilikinya, adalah simbol dari kekuatan besar yang dia miliki.
Gada ini bukan hanya senjata, tetapi juga lambang dari keadilan dan keberanian yang ia junjung tinggi.
Bima dikenal karena sikapnya yang selalu berlandaskan pada kebenaran dan keadilan, serta tidak pernah ragu atau takut menghadapi ancaman dalam bentuk apa pun.
Karakter Bima yang tegas dan jujur membuatnya dianggap sebagai contoh ideal bagi para ksatria lainnya.
Kesetiaan dan dedikasi Bima terhadap keluarganya tidak terbantahkan, selalu siap sedia melindungi mereka dari segala bahaya.
Hal ini menunjukkan tidak hanya kekuatan fisiknya, tetapi juga kekuatan moral dan emosional yang mendalam.
Lebih dari itu, Bima juga dikenal memiliki nilai-nilai kepemimpinan yang kuat. Ia tidak sekadar mengandalkan kekuatan fisiknya, tetapi juga menggunakan kecerdasan dan kebijaksanaan dalam mengatasi berbagai masalah.
Kepemimpinannya yang adil dan bijaksana membuatkannya dihormati tidak hanya oleh rakyatnya sendiri, tetapi juga oleh musuh-musuhnya.
Dalam versi wayang Jogja, Bima digambarkan sebagai pahlawan yang kompleks, yang walaupun dikenal karena keberanian dan kekuatan fisiknya, juga memiliki kedalaman emosional dan kebijaksanaan spiritual.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani