DALAM wayang versi Jogja, Batara Temboro merupakan salah satu tokoh yang memiliki peran unik.
Sebagai putra kedua dari Batara Ismaya dan Dewi Senggani, Batara Temboro tumbuh dalam lingkungan yang dipenuhi dengan saudara-saudara yang kuat.
Batara Temboro memiliki sembilan saudara kandung.
Mereka yaitu Batara Wungkuam, Batara Kuwera, Batara Wrahaspati, Batara Syiwah, Batara Surya, Batara Candra, Batara Yama atau Yamadipati, Batara Kamajaya, dan Dewi Darmastuti.
Masing-masing dari mereka memegang peran penting dalam mitologi Jawa, tetapi Temboro dikenal karena kepribadiannya yang jenaka dan keahliannya dalam melawak.
Karena kemampuannya tersebut, Batara Temboro menjadi salah satu dewa kesayangan Sanghyang Manikmaya, atau Bathara Guru.
Ia adalah satu-satunya dewa yang mampu menghibur dan menjadi pelipur lara Sanghyang Manikmaya.
Hal itu membuatnya menjadi sosok yang tidak hanya dihormati tetapi juga dicintai oleh dewa-dewa lain.
Diantara sepulah saudaranya, Batara Temboro memiliki kemiripan yang mencolok dengan Sang Hyang Patuk, anak kedua, dan Batara Yamadipati, anak keenam.
Kemiripan wajah antara Batara Temboro dan Sang Hyang Patuk sangat signifikan, sehingga mereka sering kali sulit dibedakan dan dianggap seperti saudara kembar.
Pasangan Batara Temboro dan Sang Hyang Patuk dikenal sebagai tipe orang yang setia.
Mereka tidak hanya menjalankan tugas-tugas yang diembankan kepada mereka dengan baik, tetapi juga mampu menghibur para dewa dan manusia dengan kelucuan dan canda tawa mereka.
Kelucuan Batara Temboro dalam berbicara dan bertingkah laku menjadikan setiap pertemuan menjadi lebih ringan dan menyenangkan.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani