Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Danapati Tingkes Bagian 1, Api Membara di Lokapala

Ki Damar • Rabu, 11 Desember 2024 | 02:00 WIB

 

Ilustrasi lakon wayang Danapati Tingkes
Ilustrasi lakon wayang Danapati Tingkes

"KAKANG Danapati, lihatlah negaramu sudah hancur berantakan. Prajuritmu banyak yang mati, haha! Patihmu Banendra, pandita Wisrawa yang selalu menemanimu, dan utusanmu Gohmuka, semua mati di tanganku!" teriak Dasamuka.

"Dan sampai saat ini kau juga tidak muncul, haha, sungguh laki-laki lemah kau Kakang Danapati," lanjutnya, mengolok-olok di depan istana sang lawan.

Lokapala yang terkenal akan keindahan dan kemewahan istananya, kini tampak mengerikan.

Bangkai bergelimpangan di mana-mana, tidak ada tempat yang bersih dari darah.

Tumbuhan hijau kini berubah menjadi merah, berbau anyir menusuk hidung.

Prabu Danapati, yang selama ini dilindungi oleh punggawa kerajaan yang masih tersisa, berusaha melindungi sang raja.

"Hai punggawa Lokapala, keluarlah semua telah mati dan tinggal kita. Daripada kau mati, lebih baik selamatkan nyawamu! Kalian masih punya keluarga, maka pergilah, aku tidak akan membuat kalian rendah karena meninggalkan seorang raja," kata Raja Lokapala.

"Aduh Sinuwun, Engkau adalah pimpinan kami, Engkau adalah sesembahan rakyat Lokapala," ujar salah satu punggawa.

"Dosa apa yang akan kami terima bila sampai kami berani meninggalkan Sang Raja. Lebih-lebih kami, prajurit, disumpah selalu melindungi raja apapun keadaannya meski nyawa taruhannya," sambung punggawa Lokapala yang lain.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

 

 

 

 

Editor : Mizan Ahsani
#dasamuka #danapati #Lakon #wayang