Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Tokoh Wayang Burisrawa Versi Jogja, Berbeda dari Saudaranya

Ki Damar • Kamis, 12 Desember 2024 | 02:00 WIB
Ilustrasi tokoh wayang Burisrawa versi Jogja
Ilustrasi tokoh wayang Burisrawa versi Jogja

DALAM pewayangan Jawa, kisah Somadata sering kali ditafsirkan dengan variasi nama Somadenta, yang merupakan nama lain dari Salya, raja Kerajaan Mandaraka.

Oleh karena itu, Burisrawa seringkali dianggap sebagai putra Salya. Namun, menurut epos Mahabharata, Somadata dan Salya merupakan dua tokoh yang berbeda.

Menurut wayang versi Jogja mengisahkan Salya menikahi Setyawati.

Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai lima orang anak, yaitu Erawati, Surtikanti, Banowati, Burisrawa, dan Rukmarata.

Anak-anak Salya ini memiliki nasib yang beragam dalam pewayangan; ketiga putrinya masing-masing menikah dengan sosok terkenal seperti Baladewa, Karna, dan Duryudana.

Di antara semua anak Salya, hanya Burisrawa yang diceritakan memiliki wajah yang kurang menarik, bahkan digambarkan mirip raksasa.

Padahal saudara-saudaranya memiliki penampilan yang cantik dan tampan.

Penampilan Burisrawa yang unik ini dikaitkan dengan sebuah kutukan yang berasal dari perbuatan Salya di masa mudanya.

Konon, Salya pernah membunuh mertuanya yang berwujud raksasa karena merasa jijik. Mertua tersebut bernama Bagawan Bagaspati.

Kutukan dari pembunuhan tragis itu menyebabkan salah satu anak Salya, yaitu Burisrawa, terlahir dengan wajah yang buruk.

Burisrawa diceritakan tidak tinggal di istana Mandaraka bersama ayah dan ibunya.

Sebagai gantinya, ia memilih untuk menyendiri, hidup terasing di Kasatriyan Madyapura, sebuah tempat yang jauh dari keramaian dan politik kerajaan.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#burisrawa #jogja #salya #Tokoh #wayang