DALAM wayang versi Jogja, Bambang Rukmarata merupakan putra bungsu dari Prabu Salya, penguasa negara Mandaraka, dan Permaisuri Dewi Pujawati.
Ia tumbuh bersama empat saudara kandung.
Antara lain Dewi Erawati, Dewi Surtikanti, Dewi Banowati, dan Arya Burisrawa.
Rukmarata dikenal karena sifatnya yang halus, tenang, cerdik pandai, serta keras hati dan sedikit suka usil, yang menjadikannya tokoh yang unik.
Tragisnya, keinginan Rukmarata untuk membuktikan keberanian dan keahlian militernya berakhir fatal.
Ia tewas di tangan Resi Seta, putra Prabu Matswapati dari negara Wirata, pada awal perang Baratayudha.
Kematian Rukmarata terjadi saat ia memanah Resi Seta dari luar garis pertempuran.
Itu merupakan tindakan yang melanggar aturan perang yang telah ditetapkan.
Kepergian Rukmarata di medan pertempuran menyisakan luka yang dalam bagi Prabu Salya yang telah mengharapkan Rukmarata menggantikannya sebagai raja Mandaraka.
Kejadian ini juga memicu kemarahan Prabu Salya terhadap Resi Seta.
Namun, di tengah keganasan perang dan keterlibatan Resi Bisma dalam memerintah taktik perang Kurawa, Prabu Salya harus menerima kenyataan pahit lantaran kehilangan putra.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani