Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Kalabendana Rubuh Bagian 1, Abimanyu Tak Kunjung Pulang

Ki Damar • Jumat, 20 Desember 2024 | 02:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Kalabendana Rubuh
Ilustrasi lakon wayang Kalabendana Rubuh

DI dalam istana Pringgondani, Siti Sundari, istri muda Abimanyu, merasa gelisah dan tidak tenang karena suaminya belum juga kembali dari Wirata.

Abimanyu, sang suami, membantu melawan serangan Raja Trigarta, Prabu Susarma.

Dengan rasa cemas, ia menyampaikan kekhawatirannya kepada Gatutkaca, penguasa muda Pringgondani dan saudara iparnya.

"Apa yang salah dengan diriku, Gatutkaca? Mengapa Abimanyu belum kembali ke Duwarawati? Malah, ia menitipkanku ke Pringgondani. Apakah ini wajar untuk seorang yang baru saja menikah?" keluh Siti Sundari dengan nada yang penuh tanya.

Gatutkaca, yang berdiri dalam kebingungan, coba angkat bicara.

"Duh, Kakang Mbok Siti Sundari, aku hanya mengikuti keinginan adikku saja. Aku tidak tahu pasti mengapa dia memilih bertempur sendiri tanpa bantuan saudara-saudaranya."

"Mengapa dia yang hanya ke Wirata membantu melawan serangan Raja Trigarta? Mengapa anak-anak Pandawa lain tidak turut serta?" tanya Siti Sundari, mencari pengertian lebih lanjut.

Gatutkaca berusaha menenangkan.

"Karena Abimanyu sangat menguasai ilmu perang, yang diajarkan langsung oleh Paman Arjuna. Dia merasa bertanggung jawab untuk membantu."

Siti Sundari, masih khawatir, memohon, "Maukah kau pergi mencari tahu keadaan Abimanyu? Aku sangat merindukannya dan selalu khawatir."

"Aduh Kakang Mbok, aku di sini diperintah untuk menjagamu. Namun, aku akan mengutus seseorang untuk mencari informasi tentang adikku," jawab Gatutkaca.

Siti Sundari, walau belum sepenuhnya tenang, merasa sedikit lega mendengar kata-kata Gatutkaca.

Pada saat itu, Kalabendana, paman Gatutkaca yang juga adalah yaksa, tiba di kedaton.

Ia langsung menangkap kebingungan yang ada, "Kelihatannya kamu kebingungan, ada apa Tut?" tanya Kalabendana.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Gatutkaca #abimanyu #pringgondani #Lakon #wayang