Jawa Pos Radar Madiun - Tegal Kurusetra adalah tanah yang sakral sekaligus menyeramkan dalam dunia wayang.
Tanah ini menjadi saksi perang terbesar dalam sejarah wayang, yaitu Perang Baratayudha.
Perang antara Pandawa dan Kurawa ini berlangsung selama 18 hari, meninggalkan ribuan mayat prajurit yang gugur di medan perang.
Sejarah Tegal Kurusetra sangat kelam bahkan sebelum Perang Baratayudha dimulai.
Dikisahkan bahwa tanah ini dulunya adalah tempat pembuangan mayat para satria yang dibunuh oleh Begawan Ramaparasu.
Ia merupakan seorang pertapa yang terkenal dengan sifatnya yang keras dan tak kenal ampun.
Prabu Kuru, salah satu leluhur Kurawa, kemudian mengubah tanah ini menjadi ladang persiapan perang, memperkirakan bahwa di masa depan perang besar akan terjadi di sini.
Ketika perang akhirnya berlangsung, darah membanjiri tanah Kurusetra, meninggalkan bau anyir yang diyakini tetap tercium meski ratusan tahun telah berlalu.
Bahkan hingga kini, dalam cerita wayang, banyak satria yang takut melintasi tanah ini karena dianggap penuh kutukan dan energi mistis. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani