DEWI Erawati merupakan putri sulung Prabu Salya, raja Mandaraka, dari permaisuri Dewi Pujawati/Setyawati, putri tunggal Bagawan Bagaspati dari pertapaan Argabelah.
Bersama empat saudaranya, yakni Dewi Surtikanti, Dewi Banowati, Arya Burisrawa, dan Bambang Rukmarata, Dewi Erawati tumbuh dalam keluarga kerajaan yang dihormati.
Dewi Erawati menikahi Prabu Baladewa (juga dikenal sebagai Kakrasana), raja Mandura, putra Prabu Basudewa dan Dewi Mahindra (menurut wayang versi Jogja).
Pernikahan mereka dikaruniai dua putra, Winata dan Wimuka.
Dewi Erawati dikenal karena wataknya yang penuh belas kasih, setia, dan sabar, sifat-sifat yang membuatnya dicintai oleh keluarga dan rakyatnya.
Kecantikannya yang luar biasa adalah salah satu alasan mengapa Prabu Baladewa tidak tertarik untuk menikah lagi.
Meskipun ia memiliki banyak pilihan.
Bersama suaminya, mereka menjalani kehidupan yang tenang dan bahagia, terutama setelah Perang Baratayudha.
Mereka memilih untuk tidak terlibat dalam konflik antara keluarga Kurawa dan Pandawa.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani