PRABU Angling Dharma, raja dari Kerajaan Malawapati, adalah sosok yang dihormati dan dicintai oleh rakyatnya karena kepemimpinannya yang bijaksana dan berbudi luhur.
Sebagai raja yang adil dan penuh kasih sayang, Angling Dharma tidak hanya dikenal karena kepemimpinannya tetapi juga karena kedekatannya dengan alam.
Bahkan ia memiliki kemampuan unik, yakni berkomunikasi dengan hewan.
Titisan Dewa Wisnu ini, yang muncul jauh setelah Prabu Kresna, dianugerahi kemampuan luar biasa oleh Batara Guru.
Kemampuan itu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas kesetiaan dan kebijaksanaannya dalam tapa brata.
Prabu Angling Dharma menjalani kehidupan yang penuh cinta bersama Dewi Setyowati.
Sayangnya, kebahagiaan itu tak berlangsung abadi. Ia harus menghadapi ujian berat ketika sang dewi meninggal.
Kehilangan ini sangat mempengaruhi dia, menunjukkan sisi kemanusiaannya yang mendalam.
Kisah Angling Dharma tidak hanya mencerminkan kekuatan dan kebijakan tetapi juga kelemahan emosional dan kerentanan yang ia alami sebagai manusia.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani