WILAYAH Amarta yang baru saja direbut oleh Pandawa memerlukan banyak pembangunan tambahan karena berbagai kebutuhan penting.
Salah satu rencana yang diusulkan oleh Puntadewa adalah membangun Pura Kencana.
Pura tersebut akan dijadikan tempat perpustakaan yang berisi arsip, dokumen-dokumen sejarah, dan lainnya.
Wisanggeni ditugaskan sebagai penanggung jawab atas proyek pembangunan tersebut.
Dalam prosesnya, Begawan Abiyasa memberikan saran kepada para Pandawa untuk menggunakan kayu jati wulung dalam pembangunan.
Tujuannya supaya mendapatkan keberkahan.
Wisanggeni, dengan rasa ingin tahu, bertanya kepada sang Begawan, "Eyang, di mana kita bisa menemukan kayu jati itu?"
"Eyang tidak tahu, Wisanggeni. Coba tanyakan pada Pandita Kendalisada, Begawan Anoman," jawab Begawan Abiyasa.
Dengan informasi tersebut, Wisanggeni bergegas mencari Anoman untuk mendapatkan petunjuk lokasi kayu jati wulung tersebut.
Ia akhirnya bertemu Anoman di sebuah pasar di kerajaan Amarta.
"Ada apa ini, kalian semua mencariku? Sepertinya ada masalah penting," ujar Anoman, sang Pandita Wanara, dengan nada heran.
"Kami diutus oleh Eyang Abiyasa untuk menemui Paduka Uwak Anoman, karena hanya Paduka yang mengetahui keberadaan pohon jati wulung," jawab Wisanggeni.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani