SANG Prabu Sitija, atau juga dikenal sebagai Prabu Boma Nara Kasura, merupakan putra Sanghyang Wisnu dan Dewi Pratiwi, putri Prabu Nagaraja dari kerajaan Sumur Jalatunda.
Dia memiliki seorang adik kandung, Dewi Siti Sundari.
Selama Batara Wisnu menitis pada Prabu Kresna di negara Dwarawati, Sitija turut turun ke Marcapada sebagai putra Prabu Kresna.
Dikenal karena kemampuannya yang luar biasa, Sitija dapat mengamblas ke dalam bumi dan memiliki tunggangan Garuda berkepala raksasa bernama Wilmana.
Dia juga dianugerahi Aji Pancasonabumi serta pusaka Cangkok Wijayamulya dari Batara Wisnu.
Kisah menarik terjadi ketika ia masih dalam kandungan ibunya, di mana ia mampu berkeliling dunia.
Saat itu, ia menyaksikan Prabu Dasamuka diajarkan ilmu Pancasona oleh Resi Subali dan secara rahasia, Sitija masuk ke telinga Dasamuka.
Tindakan ini menjadikan Sitija, meski belum lahir, sebagai orang ketiga yang mempelajari Pancasona, sebelum Rahwana mengetahuinya.
Kejadian ini menyebabkan Dasamuka terkejut, dan Subali kemudian mengungkapkan keberadaan bayi dalam telinga Rahwana yang telah menerima ilmu tersebut.
Akhirnya, Dasamuka diakui sebagai adik seperguruan dari Prabu Sitija, menandai posisinya dalam keilmuan sakti tersebut. (*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani