JIKA bicara tokoh wayang ahli memanah, maka salah satu yang langsung difavoritkan adalah Arjuna.
Sang putra Pandu, raja Kerajaan Hastinapura dan permaisurinya, Kunti, merupakan salah satu ksatria terkemuka dalam epik Mahabharata.
Bersama dengan empat saudaranya yakni Yudhistira (Puntadewa), Bima, Nakula, dan Sadewa, Arjuna membentuk Pandawa lima yang legendaris.
Keahliannya tidak hanya terbatas pada memanah, tetapi juga berkuda dan bertempur, menjadikannya satria yang sakti mandraguna.
Masa muda Arjuna diwarnai oleh pendidikan ketat di bawah bimbingan Resi Durna, di mana ia menonjol sebagai murid yang rajin dan tekun.
Kemampuan bela diri dan strategi perangnya membuat ia menjalani berbagai kisah heroik yang menjadikannya simbol keberanian.
Arjuna dikenal memiliki sifat lembut dan penyayang, selalu hidup dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, keadilan, dan cinta kasih.
Dalam cerita pewayangan, Arjuna tercatat memiliki sejumlah kemenangan monumental.
Ia berhasil mengalahkan raksasa Niwatakawaca, mendominasi Kurawa dalam perang Baratayudha, dan berulang kali menyelamatkan Dewi Drupadi dari berbagai situasi genting.
Kisah cinta Arjuna dengan Dewi Srikandi, saudari perempuan Dewi Drupadi, juga terkenal luas bagi para pecinta wayang.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani