SANG Bima alias Werkudara merupakan tokoh yang khas dalam epos Mahabharata sebagai simbol kekuatan dan keberanian.
Ia adalah putra kedua Dewi Kunti dan Prabu Pandudewanata, namun kenyataannya, Bima adalah hasil dari pemberian Aji Adityaredhaya yang diberikan kepada Dewi Kunti.
Ibunya bisa memiliki keturunan dari Batara Bayu, karena Prabu Pandu sendiri dikutuk tidak bisa memiliki keturunan oleh Begawan Kimindama.
Bima, dengan postur tubuh yang gagah dan berotot, dikenal sebagai yang terkuat di antara para Pandawa.
Nama sang tokoh wayang populer tersebut dalam bahasa Sansekerta berarti mengerikan atau menggemparkan.
Hal itu sangat mencerminkan keberaniannya di medan pertempuran.
Namun di balik penampilan fisiknya yang menakutkan, Bima memiliki hati yang lembut dan perasaan yang dalam.
Kemampuan Bima tidak hanya terbatas pada kekuatan fisik.
Ia juga memiliki beberapa pusaka sakti, di antaranya Gada Rujakpala, Kuku Pancakenaka, Alugara, Bargawa, dan Bargawasta.
Dalam tradisi wayang Jawa, Bima juga memiliki peran sebagai pembawa wahyu widayat, yang kelak menjadi penting dalam kelanjutan cerita Mahabharata.
Khususnya dalam kisah Abimanyu, putra Arjuna, yang menerima Wahyu Tirta Manik Mahadi, simbol kejayaan dan kemenangan yang diturunkan melalui Bima.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani