BIMA, putra kedua Prabu Pandu, raja Negara Astina dan Dewi Kunti, putri Prabu Basukunti dari Mandura, adalah seorang satria yang memiliki keahlian luar biasa dalam mengolah gada.
Dia memiliki saudara kandung, Puntadewa dan Arjuna, serta dua saudara tiri, Nakula dan Sadewa.
Sang tokoh wayang dikenal dengan keahlian bermain gada dan memiliki berbagai senjata legendaris.
Di antaranya Kuku Pancanaka, Gada Rujakpala, Alugara, kapak besar Bargawa, dan Bargawasta.
Ia juga memiliki ajian-ajian sakti seperti Aji Bandungbandawasa, Aji Ketuklindu, dan Aji Blabak pangantol-antol.
Pakaian yang ia kenakan melambangkan kemegahannya, mencakup Gelung Pudaksategal, Pupuk Jarot Asem, Sumping Surengpati, Kelatbahu Candrakirana, ikat pinggang Nagabanda, dan Celana Cinde Udaraga.
Selain itu, Bima menerima berbagai anugerah dewata seperti Kampuh Poleng Bintuluaji, Gelang Candrakirana, Kalung Nagasasra, dan Pupuk Pudak Jarot Asem.
Keahliannya dalam menguasai seni gada didapat dari pendidikan yang intensif di bawah bimbingan Prabu Baladewa, raja Mandura.
Sang raja memang terkenal dengan kemahirannya dalam seni beladiri tersebut.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani