Seri Cerita Senjata Pusaka Wayang oleh Ki Damar*
CUNDAMANIK adalah pusaka berwujud anak panah yang awalnya dimiliki oleh Pandita Durna sebelum diwariskan kepada putranya, Aswatama.
Nama "Cunda" berarti gelung, sedangkan "manik" berarti permata.
Nama ini merujuk pada hiasan permata yang tersemat di pangkal mata panahnya, menjadikannya simbol keindahan sekaligus kekuatan.
Pusaka ini memiliki nilai sentimental yang tinggi karena diberikan oleh Dewi Wilutama, istri Pandita Durna, sebagai warisan kepada anak mereka.
Sebelum kembali ke kahyangan, Dewi Wilutama menyerahkan Cundamanik kepada suaminya, Bambang Kumbayana (nama muda Pandita Durna).
Ia juga memberi pesan agar pusaka itu diserahkan kepada Aswatama kelak. Warisan ini menjadi simbol cinta dan tanggung jawab keluarga.
Cundamanik digunakan Aswatama dalam Perang Baratayuda untuk melawan Arjuna, yang kala itu menggunakan Pasopati.
Namun, penggunaannya dianggap tidak sah oleh para dewa, sehingga pusaka ini disita oleh Batara Narada dan diserahkan kepada Arjuna.
Senjata ini juga dimiliki oleh Batara Guru dan dikenal sebagai pusaka yang ditakuti oleh para dewa di kahyangan.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani