Seri Cerita Tokoh Wayang oleh Ki Damar*
BATARI Sri Widawati, juga dikenal dengan nama Dewi Srisekar, adalah permaisuri utama Sanghyang Wisnu.
Ia berasal dari Cupu Linggamanik, hasil dari semedi Hyang Anantaboga di kahyangan Saptapratala.
Dari pernikahannya dengan Sanghyang Wisnu, Batari Sri Widawati dikaruniai tiga orang putra, yaitu Batara Srigati, Batara Srinada, dan Batari Srinadi.
Selain memiliki kecantikan dan keanggunan yang luar biasa, Batari Sri Widawati juga dikenal dengan kharismanya yang tinggi sebagai wanita utama.
Batari Sri dan Batara Wisnu merupakan pasangan abadi yang tak terpisahkan.
Ketika Batara Wisnu turun ke Arcapada untuk mengemban tugas memulihkan keseimbangan dunia dari keserakahan dan keangkaramurkaan, Batari Sri ikut turun.
Ia menitis sebagai pasangannya, meskipun harus menghadapi berbagai rintangan.
Titisan Batari Sri sering menjadi incaran para tokoh angkara murka, seperti Prabu Dasamuka (Rahwana), raja Alengka.
Pada zaman Ramayana, Batari Sri menitis sebagai Dewi Kusalya, putri Prabu Banaputra, raja Ayodya, dan menjadi ibu Ramawijaya.
Kemudian, ia menitis sebagai Dewi Citrawati, putri kerajaan Magada, yang menjadi istri Prabu Arjunasasra, raja Maespati.
Baca Juga: Lakon Wayang Begawan Padmakesawa Bagian 1, Kahyangan Tak Seindah Bayangan
Selanjutnya, ia menitis sebagai Dewi Sinta, putri Prabu Janaka, raja negara Mantili, dan menjadi istri Ramawijaya.
Pada zaman Mahabharata, ketika Batara Wisnu menitis sebagai Sri Kresna, raja Dwarawati, Batari Sri menitis sebagai Dewi Sumbadra, adik Sri Kresna.
Ia kemudian menjadi istri Arjuna, ksatria Pandawa.
Kisah Batari Sri Widawati menggambarkan pengorbanan dan kebajikan abadi yang menyertai tugas luhur Bathara Wisnu dalam menjaga keseimbangan dunia.
(*/naz)
*Penulis alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani