Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lakon Wayang Prabu Kariti Bagian 2, Dunia Penuh Manusia Serakah

Ki Damar • Kamis, 23 Januari 2025 | 02:30 WIB
Ilustrasi cerpen lakon wayang Prabu Kariti
Ilustrasi cerpen lakon wayang Prabu Kariti

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

"KALIAN semua jangan menyalahkan diri sendiri. Sesungguhnya tidak ada kesalahan yang kalian lakukan," kata Prabu Kariti.

"Namun, aku merasa terlalu lama tinggal di Kahyangan ini. Aku adalah seorang satria, tugasku adalah menjaga ketentraman dunia, bukan menikmati kemewahan di Kahyangan."

"Duh, Sinuwun, apakah Paduka berniat meninggalkan Kahyangan dan meninggalkan kami?" tanya Batari Supraba.

Batari Wilutama menyahut.

"Di sini begitu indah, Sinuwun. Di Kahyangan, segalanya ada dan penuh kedamaian. Sedangkan di dunia, banyak manusia serakah dan egois."

Mendengar itu, Prabu Kariti tersenyum.

"Tugasku adalah memastikan hal seperti itu tidak terjadi. Memang benar, manusia adalah makhluk yang serakah. Namun, mereka juga merupakan ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kehadiranku mungkin tidak berarti banyak, tetapi sebagai satria, aku turut bertanggung jawab menjaga ketentraman dunia."

Dari kejauhan, terlihat seorang wanita dari dunia bernama Dewi Mandamdari yang mengenali Prabu Kariti.

Ia merasa kecewa melihat sang raja dikelilingi bidadari.

"Kedatanganku sangat sia-sia," gumam Mandamdari.

"Seseorang yang kucari selama ini ternyata berada di surga. Katanya surga adalah tempat kebahagiaan, tetapi aku di sini merasa sangat kecewa."

Dalam kemarahannya, Mandamdari melempar bunga ke wajah Prabu Kariti.

(*/naz)

*Penulis alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#Dewi #batari #Kahyangan #Lakon #wayang