Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*
“BAIKLAH, Sinuwun. Saya akan menerima hukuman itu dengan ikhlas,” kata Aswatama.
Dalam hati, ia merasa senang karena mendapatkan kesempatan untuk melihat Dewi Anggraeni dari dekat, meski hanya mencuri-curi pandang.
Sang kusir penasaran. “Kenapa kau berlutut di samping kereta ini, Kisanak?”
“Aku disuruh menjaga Prameswari oleh Sinuwun Ekalaya. Aku adalah Aswatama, putra Begawan Durna,” jawabnya.
Dewi Anggraeni mendengar percakapan itu dari dalam kereta dan merasa senang karena suaminya begitu peduli.
Tiba-tiba, angin kencang membuka jendela kereta, dan wajah Dewi Anggraeni terlihat oleh Aswatama.
Ia sangat kagum akan kecantikannya dan mulai memikirkan cara agar bisa menyentuhnya.
Dengan licik, Aswatama menggunakan pusaka Cundamanik untuk menciptakan gempa.
Kereta itu amblas ke tanah, dan Dewi Anggraeni terpental keluar. Aswatama segera menangkap Dewi Anggraeni yang terempas dari kereta.
(*/naz)
*Penulis Alumnus ISI Surakarta
Editor : Mizan Ahsani