Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Lakon Wayang Pancawala Larung Bagian 1, Bahaya di Hari Bahagia

Ki Damar • Sabtu, 1 Februari 2025 | 02:00 WIB
Ilustrasi lakon wayang Pancawala Larung
Ilustrasi lakon wayang Pancawala Larung

Seri Cerita Lakon Wayang oleh Ki Damar*

DI istana Astina, Prabu Suyudana berdiri dengan wajah murka. Ia menatap tajam ke arah Raden Lesmana dan menghardiknya,

"Hai Lesmana! Enyahlah kau dari pandanganku! Pergilah dari istana Astina! Aku melarang siapa pun di negeri ini untuk menerima atau membantumu dalam bentuk apa pun. Jika ada yang berani melanggar perintahku, akan kuhukum tanpa ampun!"

Lesmana tak punya pilihan selain pergi. Dengan hati terluka, ia meninggalkan istana tanpa tahu harus menuju ke mana.

Akhirnya, langkahnya membawanya ke Banjarjungut, kediaman pamannya, Raden Arya Dursasana.

Di sana, ia menceritakan semua yang terjadi.

Lesmana tidak setuju dengan keputusan ayahnya, Prabu Kurupati, yang ingin pergi ke Amarta untuk menghadiri pernikahan Pancawala, putra Yudhistira, dengan Dewi Pregiwati dari Madukara.

Dursasana, yang tak menyukai Pandawa, setuju dengan pemikiran Lesmana. Mereka bersekongkol untuk menggagalkan pernikahan tersebut.

Saat keduanya berada di tengah hutan, muncul Batari Durga dan berkata,

"Lesmana, jangan berkecil hati. Keinginanmu akan terwujud. Jika kau ingin membunuh Abimanyu, pergilah ke Amarta dan bunuhlah dia. Dengan begitu, dendammu akan terbalaskan."

Dengan semangat membara, Lesmana berangkat ke Amarta, dikawal oleh Bajobarat.

Di Madukara, perayaan pernikahan berlangsung meriah.

Sri Yudistira datang bersama putranya, Pancawala, yang siap menikahi Dewi Pregiwati. Semua Pandawa hadir, termasuk Gatutkaca. Tak ada yang menduga bahwa bahaya tengah mengintai.

(*/naz)

*Penulis Alumnus ISI Surakarta

Editor : Mizan Ahsani
#astina #Pandawa #pancawala #kurupati #Lakon #wayang